Selamat Datang

Kapan dan Mengapa Sebuah Website Harus di Redesign

Melakukan redesign atau menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan perubahan tampilan website itu “gampang-gampang susah”, untuk website yang dibuat dengan menggunakan CMS tentu ini hal yang sangat mudah, tinggal nyari template lalu rubah, namun bagi website yang dibuat tanpa CMS maka akan sulit karena harus dibuat ulang sesuai dengan sistemnya.

Namun bukan itu intinya yang akan kita bahas disini, bukan sulit atau tidak sulit nya, melainkan mengapa dan kapan sebuah website harus dilakukan perubahan pada desain atau biasa dikenal istilah redesign.

Website Layout

Image Credit : INPIVIC

Website tutorial-webdesign.com sebulan yang lalu, tepatnya awal bulan maret juga melakukan melakukan perubahan desain, dari desain lama yang dibuat pertama kali sekitar setahun yang lalu menjadi desain yang seperti sekarang ini. Hal itu tentu dengan berbagai alasan, dan diantaranya ada di poin-poin yang akan kita bahas, Tapi kita tidak hanya akan membahas tentang alasan kami melakukan perubahan pada tutorial-webdesign.com, tapi kita akan mencoba membahas secara global.

Sekali lagi melakukan perubahan tampilan itu tidak mudah, dan perlu banyak pertimbangan, apa lagi untuk website-website skala besar atau website-website yang sudah terlanjur sangat terkenal seperti Yahoo, Microsoft, dan lain nya. Jika salah langkah atau melakukan pada waktu yang tidak tepat bisa berdampak buruk pada citra perusahaan tersebut

Ada beberapa alasan mengapa dan kapan sebuah website sebaiknya melakukan perubahan tampilan.

1. Desain Lama Kurang Menarik.

Ini adalah keputusan si pemilik website, kalau si pemilik merasa desain nya sudah terlihat kurang menarik maka bisa saja website tersebut dilakukan perubahan, karena website yang tidak menarik akan membuat pemilik websitenya sendiri jadi tidak bergairah untuk melakukan update terhadap isi website tersebut, seperti malas nulis, dll.

Desain Tutorial-webdesign.com terdahulu

Desain Tutorial-webdesign.com terdahulu

Namun sebenarnya pemilik website sebaiknya tidak seegois itu, karena walau bagaimanapun website itu dibuat agar dapat dinikmati oleh orang lain, jadi akan lebih baik jika pemilik melibatkan atau menanyakan juga kepada pengunjung apakah desain ini masih baik atau harus segera diganti, masih disukai atau sudah mulai tidak disukai, jangan lupa juga untuk berdiskusi dengan rekan di tim untuk meminta pendapat mereka terkait rencana perubahan tampilan, jangan sampai gegabah dengan menganggap sesuatu buruk namun dimata orang lain masih sangat baik.

Walaupun keputusan melakukan perubahan tetap ditangan pemilik website atau pemegang kekuasaan tertinggi pada website tersebut.

2. Sistem Navigasi Yang Mulai Membingungkan.

Website-website yang ada saat ini sebagian besar bersifat dinamis, konten website bisa ditambah dan dihapus kapanpun, dalam satu sampai dua tahun atau bahkan hanya beberapa bulan saja bisa jadi konten website sudah sangat banyak dibanding dengan pada saat desain website itu dibuat. Misalnya menu yang semakin banyak sehingga membuat bingung pengunjung, hal ini tentu menjadi masalah, dan sebaiknya segera dilakukan perancangan ulang agar sistem navigasi website tersebut bisa berfungsi lebih maksimal.

Concept Navigation

Image by jwyg | Concept Navigation

Selain navigasi yang membingungkan karena terlalu banyak, sistem navigasi yang kurang baik karena tidak terlihat juga perlu menjadi pertimbangan, ini lah yang terjadi pada desain tutorial-webdesign.com yang lama, dimana pengunjung kesulitan menjelajahi isi website karena menunya yang kurang spesifik, yang pada akhirnya membuat pengunjung hanya melihat 1 atau 2 halaman saja, padahal halaman di website ini cukup banyak.

3. Layout Mulai Berantakan & Sulit Untuk di Update.

Pada saat sebuah website di luncurkan semua terlihat baik-baik saja, semua bagian terlihat rapih, namun seiring berjalan nya waktu ternyata banyak perubahan terjadi pada website, konten semakin banyak dan formatnya penulisan konten nya juga ternyata berbeda-beda dan tidak seperti yang dibayangkan pada saat pertama kali website dirancang, sehingga layout tidak dapat lagi menampung kebutuhan konten.

Crowded Train

Image credit : Techcrunch

Website yang berantakan juga akhirnya membuat pemilik website sulit untuk melakukan updating, sehingga membingungkan  dimana lagi konten harus diletakan, karena semua sudah terlihat penuh sesak dan berantakan, Jika hal-hal itu sudah terjadi maka saat itu pemilik website sebaiknya segera melakukan perubahan agar semua bisa terakomodir dengan baik dan semua kembali lancar.

4. Waktu Load Website Lama.

Snail Slow

Image Credit : myahya

Ketika loading website dirasa sudah berat, bisa jadi kerena banyak nya penambahan-penambahan script (modul / plugin) yang dilakukan di tengah jalan seiring dengan bervariasi nya konten, atau karena pemakaian gambar yang terlalu banyak maka pemilik website sudah seharusnya untuk memikirkan agar website nya dilakukan perubahan tampilan, dan tentunya dilakukan optimasi kode atau script agar website bisa kembali memiliki waktu akses yang cepat.

5. SEO Kurang Baik.

Sulitnya website bersaing dengan website-website lain dalam frekuensi kemunculan nya di website pencarian seperti google, bing atau yang lain nya tentu sesuatu yang kurang baik untuk sebuah website. Seseorang yang seharusnya bisa menemukan apa yang dibutuhkan nya diwebsite kita, malah berada diwebsite orang lain karena website orang lain itu menyalip calon pengunjung itu di search engine, karena mereka berada di halaman pertama, sedangkan kita berada dihalaman kedua atau bahkan tidak muncul di halaman 1 sampai 5 untuk kata kunci tertentu (yang harusnya berkaitan dengan website tersebut).

Karena menurut penelitian orang lebih percaya dan cenderung melakukan klik pada website yang berada dihalaman 1 atau 2 dari hasil pencarian di mesin pencari.

SEO Keyword

Image Credit : Jolante

Maka pemilik website harus jeli dalam melihat ini, harus bisa membandingkan websitenya dengan website yang serupa dalam persaingan di SEO, kalau hasil menunjukan hasil yang tidak baik, saat nya dilakukan perubahan, karena bisa jadi SEO on Page website tersebut kurang baik dikarenakan banyak penulisan kode yang salah atau kurang baik diwebsite tersebut atau struktur URL yang kurang baik.

Kami juga ada masalah dengan seo saat memutuskan untuk memperbaharui script tutorial-webdesign.com pada bulan lalu, dimana ada beberapa settingan yang membuat beberapa halaman tidak tampil di hasil pencarian google.

6. Tidak Bisa Diakses Dari HP / Tablet PC.

Pada saat ini pengunjung website tidak hanya menggunakan komputer atau PC desktop saat membuka sebuah website, masyarakat sudah banyak yang menggunakan komputer tablet (tablet PC) atau telepon genggam(Smart Phone) dalam mengakses website, jadi pemilik website harus mulai memikirkan pengunjung yang menggunakan tablet pc dan telepon genggam ini.

Responsive Web

Responsive Web | Tutorial-webdesign.com

Saat ini masih banyak website yang menerapkan 2 buah sistem untuk website nya, dimana yang 1 untuk melayani pengguna PC dan jika ternyata pengunjung menggunakan Tablet / HP maka sistem akan menampilkan tampilan mobilenya. Namun teknologi website sekarang sudah semakin berkembang, dengan media query sebuah website cukup memiki satu sistem saja untuk mengakomodir pengunjung dari PC maupun tablet dan handphone, yaitu dengan menerapkan Responsive web design, dimana tampilan website bisa menyesuaikan lebar dari layar peralatan yang digunakan untuk membuka websit tersebut.

7. Teknologi Sudah Kuno & Tidak Nge-Trend.

Website yang dibuat beberapa tahun yang lalu banyak yang menerapkan sistem tabel untuk mengatur tampilan, namun sekarang pasti akan terlihat kuno dan tidak ngetrend lagi dan dari segi kecepatan akses tentu terasa lebih berat dibanding website yang sudah menerapkan tabless, dimana sudah menggunakan div untuk merancang layout dan tabel sekarang hanya digunakan untuk menampung data-data tabular saja, bukan untuk layout website.

Trend juga berpengaruh pada pengunjung website, website yang layoutnya jadul tentu menjadi nilai minus dimata pengujung, pengunjung akan lebih senang dengan sesuatu yang baru, seperti halnya informasi yang semakin baru maka semakin laku, tampilan website juga harus terlihat Fresh dengan bantuan teknologi-teknologi baru dalam pembuatan website agak terlihat lebih ciamik.

HTML5 dan CSS3

HTML5 dan CSS3

Maksudnya disini bukan tema website nya, bisa saja website tersebut memang bergaya vintage, tapi vintage nya dibuat dengan teknologi pemograman website terkini.

Contoh: Jika dulu untuk membuat efek transisi gambar dari berwarna menjadi tidak berwarna memerlukan dua buah gambar, sekarang dengan CSS3 cukup 1 gambar sudah bisa dibuat berwarna, hitam putih atau diberi efek-efek lain, hal ini tentu bisa mempercepat waktu akses sebuah halaman web juga.


Sekian.

Kira-kira itulah beberapa alasan mengapa dan kapan sebuah website harus dilakukan pembaharuan desain ( Redesign ).

Jika anda mempunyai masukan lain, kapan dan mengapa sebuah website sebaiknya dilakukan perubahan silahkan tuliskan komentar dibagian akhir halaman ini.

Perlu diingat semua keputusan perubahan itu ada ditangan pemilik website, namun jangan lupakan pengunjung setia website tersebut, jangan sampai gara-gara perubahan tampilan pengunjung jadi malah sedikit, karena ternyata mereka masih menyukai desain yang lama dibanding dengan yang baru.

Salam Web Design & Development Indonesia.





Penulis :

Website yang berisi Tutorial, Tips, Trik, Inspirasi, Opini, Cerita, Studi kasus, dan berbagai hal menarik tentang Web Design, Web Development dan Graphic Design untuk orang-orang kreatif di Indonesia. View all posts by TWD Editorial

Comments

18 thoughts on “Kapan dan Mengapa Sebuah Website Harus di Redesign

  1. AdtzCyber says:

    sebaiknya tidak terlalu sering untuk me redesign sebuah website karena hal itu sangat mempengaruhi terhadapat SEO , saya sempat merubah2 design web blog saya dan alhasil PR turun dan Alexa rank naik , itu sgt menyebalkan -_-

  2. agung west says:

    ane prnh redesign malah ilang dari serp gugel, yg tdinya bs pageone dgn keyword bgs, mlh ilang..hufft

    • Redesign harusnya tidak terlalu mempengaruhi SEO, asal settingan SEO nya tetap seperti semula :)

      Khususnya SEO on Page, dan tidak ada perubahan struktur URL

  3. bincar says:

    mantap om tutorialnya…boleh copas om artikelnya

    terima kasih

  4. Zul Fikar says:

    gambar setiap artikel sangat menarik :D

  5. BOY ROHMAN says:

    artikel yang menarik sob…
    memang terkadang bosan dengan tampilan yang lama..
    saya sendiri abis redesign kemaren gan.. berhubung saya berfalform bl*gspot jadi lumayan cape juga.. :D
    thanks untuk infionya..

  6. rojhieb says:

    software jenis apa yang bisa dipakai untuk membuat sistem navigasi webnya bro
    thank you

  7. yans says:

    buat status omline dong mas biar kita bisa diskusi
    makasih

  8. Mega Papua says:

    apa tidak berpengaruh ke page rank atau posisi web di serp kalo ganti desain lagi.mhon informasi

  9. Mew da Vinci says:

    wah! iya bener banget…
    saya udah tiga kali ganti template…
    pemilihan template pun saya tekankan pada template responsive, mendukung SEO, dan minimalist…

  10. […] Baca Juga : Kapan dan Mengapa Sebuah Website Harus di Redesign […]

  11. Topandi says:

    Terimakasih TWD artikelnya, berarti selama script dan theme websitenya tidak ada masalah tidak berpengaruh terhadap SEO yah, selam settingan dan URL nya seperti awal. Nambah2 Ilmu SEO :)

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


Klik Tombol Like / Suka ya kawan..

Klik tombol "Like" atau "Suka" untuk mendapatkan update tutorial, tips & tricks serta info terbaru seputar dunia web design & development